Mark Zuckerberg baru saja melontarkan pernyataan mengejutkan: “Sulit membayangkan dunia beberapa tahun ke depan di mana sebagian besar kacamata yang dipakai orang bukan kacamata berbasis AI.” Pernyataan CEO Meta ini bukan sekadar hype—penjualan Ray-Ban Meta melonjak 3 kali lipat dalam setahun terakhir, dan EssilorLuxottica menargetkan produksi 20 juta unit di 2026.
Tapi apakah kacamata AI benar-benar akan “membunuh” smartphone seperti yang ramai diprediksi? Atau ini hanya sensasi teknologi sesaat yang akan berakhir seperti Google Glass tahun 2013?
Dalam artikel ini, kamu akan menemukan data terverifikasi dari IDC, Bloomberg, dan Reuters tentang tren kacamata AI 2026, kompetisi antara Meta, Apple, dan Google, serta mengapa Indonesia dengan 168 juta pengguna smartphone perlu memperhatikan teknologi ini.
Apa Itu Kacamata AI dan Mengapa Tiba-Tiba Booming di 2026?

Kacamata AI atau smart glasses adalah perangkat wearable yang menggabungkan fungsi kacamata biasa dengan teknologi kecerdasan buatan. Berbeda dengan kacamata biasa, smart glasses dilengkapi kamera, speaker, mikrofon, dan koneksi ke asisten AI seperti Meta AI, Google Gemini, atau Apple Intelligence.
Berdasarkan laporan IDC tahun 2026, kategori smart glasses mencatat pengiriman 14,6 juta unit di 2026, meningkat signifikan dari 9,4 juta unit di 2025. Ini menandai pertumbuhan 55% year-over-year untuk kategori eyewear dalam pasar wearable technology.
Perbedaan Kacamata AI dengan Kacamata AR
Penting untuk membedakan dua kategori ini:
Kacamata AI (AI Smart Glasses):
- Fokus pada audio, kamera, dan asisten AI
- Tidak memiliki display di lensa
- Bergantung pada smartphone untuk processing
- Contoh: Meta Ray-Ban, Google Gemini Glasses (2026)
Kacamata AR (Augmented Reality Glasses):
- Memiliki display holografik di lensa
- Menampilkan overlay digital di dunia nyata
- Lebih berat dan kompleks
- Contoh: Meta Orion (prototype), Apple AR Glasses (2028+)
Menurut analisis Bloomberg dan MacRumors, produk yang akan rilis di 2026 adalah AI smart glasses, bukan full AR glasses. Kacamata AR dengan display lengkap masih memerlukan pengembangan bertahun-tahun.
Mengapa Semua Raksasa Teknologi Berlomba-Lomba di 2026?

Tahun 2026 menjadi tahun krusial karena tiga pemain besar—Meta, Apple, dan Google—semua menargetkan peluncuran produk kacamata AI mereka secara bersamaan.
Meta: Pemimpin Pasar yang Agresif
Data penjualan terverifikasi dari Reuters dan IDC:
- Meta menjual 15.000 unit Ray-Ban Display dalam kuartal pertama
- Menguasai 6% pangsa pasar kategori smart glasses
- EssilorLuxottica menargetkan kapasitas produksi 10 juta unit akhir 2026
- Bloomberg melaporkan diskusi internal untuk meningkatkan kapasitas ke 20 juta unit
Menurut laporan keuangan EssilorLuxottica Oktober 2025, penjualan kacamata AI mereka naik 200% di semester pertama dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Saham EssilorLuxottica melonjak 14% setelah pengumuman hasil keuangan, mendorong nilai pasar mencapai hampir $20 miliar.
Mark Zuckerberg membandingkan momentum kacamata AI dengan era awal smartphone: “Miliaran orang di dunia memakai kacamata atau lensa kontak untuk melihat dengan jelas. Kacamata pintar berada di titik yang mirip dengan ponsel layar sentuh saat mulai menggantikan feature phone.”
Tantangan pasokan yang nyata: Meta mengumumkan pada 6 Januari 2026 bahwa mereka menghentikan sementara ekspansi internasional Ray-Ban Display karena waitlist pesanan membentang hingga pertengahan 2026. Meta memilih memprioritaskan pasar AS sambil mengevaluasi ulang strategi ketersediaan global.
Apple: Strategi Bertahap dengan Target 2026-2027
Berdasarkan laporan Mark Gurman dari Bloomberg, Apple sedang mengembangkan kacamata AI dengan karakteristik:
- Chip custom N401 berbasis arsitektur Apple Watch
- Optimasi untuk baterai sepanjang hari dan AI processing
- Kamera, mikrofon, dan speaker untuk Visual Intelligence
- Target pengumuman 2026, peluncuran 2027
Apple mengalihkan sumber daya dari proyek Vision Pro lightweight (Vision Air) ke pengembangan smart glasses. Ini menandakan pivot strategis dari headset mahal ke wearable sehari-hari yang lebih terjangkau.
Menurut laporan Blockchain Council dan Gadget Hacks, Apple mempelajari kesuksesan Meta Ray-Ban sebagai stepping stone menuju kemampuan AR penuh. Strategi ini mengikuti playbook Apple: biarkan kompetitor melakukan trial-and-error, lalu luncurkan produk yang superior.
Google & Samsung: Kolaborasi Android XR
Google mengumumkan di bulan Desember 2025 bahwa mereka akan meluncurkan dua model kacamata AI di 2026:
- Partnership dengan Samsung untuk manufacturing
- Kolaborasi dengan Warby Parker dan Gentle Monster untuk desain
- Powered by Google Gemini AI
- Fokus pada screen-free assistance dengan speaker, mikrofon, dan kamera
Menurut laporan The Korea Economic Daily dan TED2025, prototype Samsung terlihat lebih ramping dibanding Meta Orion atau Snap Spectacles generasi ke-5. Google mengoffload heavy processing ke smartphone Android, memungkinkan desain yang lebih ringan.
Data Pasar Global: Apakah Kacamata AI Benar-Benar Mengancam Smartphone?

Mari kita lihat data pasar untuk perspektif yang lebih realistis:
Wearable Technology Market 2026
Berdasarkan laporan Technavio dan IDC:
- Pasar wearable technology global diproyeksikan tumbuh $114,42 miliar dari 2025-2030
- CAGR (Compound Annual Growth Rate) sebesar 17,3%
- Kategori eyewear & headwear diprediksi tumbuh paling cepat dengan CAGR 14,3%
Data IDC untuk 2026:
- Total shipment wearable devices: 380 juta unit (didominasi earwear)
- Smart glasses: 14,6 juta unit
- Smartwatches: ~44 juta unit
Smartphone Market untuk Perbandingan
Menurut data DemandSage dan CommandLinux 2026:
- Android memiliki 3,9 miliar pengguna global
- Pangsa pasar Android: 72,77% (November 2025)
- Total smartphone shipment 2025: 1,25 miliar unit
Di Indonesia khususnya:
- 168 juta pengguna smartphone (Statista, 2023)
- Proyeksi 2029: Mencapai lebih dari 200 juta pengguna
- Android market share: >90% (Business of Apps)
- Penetrasi smartphone: Mencapai 97% pada 2029
Realitas: Komplementer, Bukan Pengganti
Data dari Counterpoint Research dan Daring Fireball menunjukkan Ray-Ban Meta telah menjual 2 juta unit sejak debut Oktober 2023 hingga Februari 2025. Untuk konteks, Steve Jobs menargetkan 10 juta iPhone terjual pada akhir 2008—target yang tercapai sebelum kuartal liburan dimulai.
John Gruber dari Daring Fireball berkomentar: “Beberapa juta unit adalah sesuatu, tapi ini belum hit. Dengan kemampuan saat ini—kamera di wajah, speaker di pelipis, dan mikrofon untuk berbicara dengan sistem—saya tidak melihat bagaimana mereka saat ini mengalahkan smartphone dan wireless earbuds.”
Fitur Kacamata AI 2026: Apa yang Bisa Dilakukan?

Berdasarkan spesifikasi produk yang telah diumumkan dan prototype yang ditunjukkan:
Meta Ray-Ban Display (2025-2026)
Fitur terverifikasi:
- Display kecil di sudut kanan bawah lensa kanan
- Baterai 6 jam penggunaan normal
- Charging case memberikan tambahan 30 jam
- Kamera upgraded untuk foto dan video 3K
- Integrasi Meta AI untuk visual intelligence
- Kontrol: Voice commands, touch sensors, neural wristband (opsional)
- Harga: $1.000 – $1.400
Fungsi utama:
- Lihat dan kirim pesan tanpa menatap smartphone
- Capture dan review foto/video
- Tonton Instagram Reels
- Video call dengan display orang di ujung lain
- Translate menu atau teks dalam bahasa asing secara real-time
Google Gemini Glasses (2026)
Berdasarkan demo TED2025:
- Lightweight design seperti kacamata biasa
- Processing di-offload ke smartphone Android
- Akses penuh ke Android apps dan Google services
- Real-time translation dan navigation
- Context-aware assistance powered by Gemini AI
Apple AI Glasses (Target 2026-2027)
Menurut laporan Bloomberg:
- Chip custom untuk efisiensi baterai
- Multiple cameras untuk context capture
- Apple Intelligence untuk timely assistance
- Seamless integration dengan iPhone dan ecosystem Apple
- Berbagai pilihan material frame dan temple
- Target: Fashionable accessory sekaligus AI gadget
Tantangan yang Dihadapi Kacamata AI

Meski optimisme tinggi, teknologi kacamata AI masih menghadapi hambatan teknis fundamental yang telah memperlambat progress selama bertahun-tahun:
1. Ketergantungan pada Smartphone
Menurut analisis Computerworld, semua kacamata AI generasi 2026 masih bergantung penuh pada smartphone untuk processing. Perangkat yang diklaim akan “menggantikan smartphone” justru tidak bisa berfungsi tanpa smartphone.
Tantangannya: Membangun kacamata yang ringan, stylish, dan nyaman dipakai sepanjang hari, sekaligus memuat high-res displays, kamera, mikrofon, speaker, dan baterai yang tahan lama adalah tantangan engineering yang masif.
2. Battery Life vs Performance Trade-off
Kacamata harus:
- Cukup ringan untuk dipakai sepanjang hari
- Memiliki baterai yang tahan minimal 6-8 jam
- Menjalankan AI processing
- Tidak terlalu panas di wajah
Solusi saat ini: Offload processing ke smartphone, gunakan chip low-power seperti yang dikembangkan Apple (N401) berbasis arsitektur Apple Watch.
3. Harga dan Aksesibilitas
Data harga terverifikasi:
- Meta Ray-Ban basic: ~$299
- Meta Ray-Ban Display: $1.000 – $1.400
- Apple AI Glasses (estimasi): $800 – $1.200
- Google Gemini Glasses: Belum diumumkan
Untuk pasar Indonesia dengan rata-rata smartphone mid-range, harga $1.000+ menjadi barrier signifikan untuk mass adoption.
4. Privacy dan Social Acceptance
Google Glass gagal tahun 2013 salah satunya karena isu privasi dan penolakan sosial. Orang merasa tidak nyaman direkam tanpa persetujuan.
Pelajaran untuk 2026:
- Meta menambahkan LED indicator yang menyala saat merekam
- Regulasi lebih ketat tentang recording di tempat publik
- Edukasi konsumen tentang etika penggunaan
Skenario Realistis: Masa Depan Kacamata AI di Indonesia

Timeline Adoption yang Realistis
2026-2027: Early Adopters
- Tech enthusiasts dan professionals
- Harga masih premium ($800-$1.400)
- Ketersediaan terbatas (prioritas pasar AS dan Eropa)
- Adoption rate: <1% dari pengguna smartphone
2028-2030: Early Majority
- Harga mulai turun ($300-$600)
- Lebih banyak brand dan pilihan
- Integrasi lebih baik dengan ecosystem
- Adoption rate: 5-10% dari pengguna smartphone
2031+: Mass Market
- Harga terjangkau ($100-$300)
- Multiple use cases yang proven
- Infrastruktur dan regulasi matang
- Adoption rate: 20-30% dari pengguna smartphone
Potensi di Pasar Indonesia
Berdasarkan karakteristik pasar Indonesia:
- 168 juta pengguna smartphone (Statista)
- 90%+ menggunakan Android (Business of Apps)
- Rata-rata waktu penggunaan smartphone: 6 jam/hari
- Penetrasi e-commerce dan mobile payment tinggi
Peluang:
- Google Gemini Glasses dengan Android integration cocok untuk mayoritas pengguna Indonesia
- Use case translation sangat relevan untuk traveler Indonesia
- Potensi untuk content creator dan social media enthusiast
Hambatan:
- Harga premium vs daya beli
- Infrastruktur 5G belum merata (masih fokus 4G expansion)
- Awareness dan edukasi konsumen
- Regulasi privasi yang belum jelas
Baca Juga Flagship 2026 Wajib Baterai Jumbo Tahan 2 Hari
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kacamata AI 2026
Apakah kacamata AI benar-benar akan menggantikan smartphone?
Tidak dalam waktu dekat. Berdasarkan data pasar dan analisis industri, kacamata AI generasi 2026 masih bergantung sepenuhnya pada smartphone untuk processing. Mereka lebih tepat disebut sebagai aksesori pelengkap smartphone, bukan pengganti. Francisco Jeronimo dari IDC menyatakan bahwa 15.000 unit penjualan di kuartal pertama menunjukkan traction, tapi supply-constrained product launch dengan fitur yang masih terbatas.
Kapan kacamata AI akan tersedia di Indonesia?
Meta menghentikan ekspansi internasional Ray-Ban Display pada Januari 2026 untuk fokus pasar AS. Google dan Samsung belum mengumumkan timeline spesifik untuk pasar Indonesia. Estimasi realistis: 2027-2028 untuk early adopters, dengan harga premium dan ketersediaan terbatas.
Berapa harga kacamata AI di Indonesia?
Belum ada harga resmi untuk pasar Indonesia. Berdasarkan harga global: Meta Ray-Ban Display ($1.000-$1.400), estimasi harga Indonesia dengan pajak impor dan markup: Rp 18-25 juta. Google Gemini Glasses kemungkinan akan lebih terjangkau karena partnership dengan Samsung yang sudah kuat di Indonesia.
Apakah kacamata AI bisa dipakai untuk minus atau plus?
Ya. Meta Ray-Ban dan Google bekerjasama dengan optical brands (EssilorLuxottica, Warby Parker) yang menyediakan prescription lenses. Halliday Glasses bahkan mengiklankan bahwa setiap pembelian sudah termasuk lensa resep gratis.
Apakah kacamata AI aman untuk privasi?
Semua brand menambahkan LED indicator yang menyala saat kamera merekam. Namun, regulasi tentang recording di tempat publik masih bervariasi per negara. Indonesia belum memiliki regulasi spesifik untuk wearable camera devices. Pengguna harus bertanggung jawab dan etis dalam penggunaan.
Evolusi Bertahap, Bukan Revolusi Instant
Setelah menganalisis data dari IDC, Bloomberg, Reuters, dan berbagai sumber terverifikasi, kesimpulan yang paling akurat adalah:
Kacamata AI 2026 adalah teknologi yang menjanjikan, tapi bukan “smartphone killer”—setidaknya belum.
Data menunjukkan:
- Penjualan masih dalam jutaan unit (vs miliaran smartphone)
- Ketergantungan penuh pada smartphone untuk processing
- Harga premium yang membatasi mass adoption
- Supply chain yang masih struggle memenuhi demand
Tapi momentum positif jelas terlihat:
- Investasi masif dari Meta, Apple, Google, Samsung
- Pertumbuhan 55% year-over-year untuk kategori eyewear
- Target produksi ambisius (20 juta unit Meta di 2026)
- Use cases yang semakin jelas dan praktis
Untuk konsumen Indonesia:
- Tunggu hingga 2027-2028 untuk ketersediaan yang lebih baik
- Perhatikan perkembangan Google Gemini Glasses (Android integration)
- Pertimbangkan use case spesifik: travel, content creation, accessibility
- Jangan terburu-buru—teknologi ini masih evolving
Prediksi Mark Zuckerberg mungkin benar, tapi timelinenya bukan 2026—lebih realistis 2030an ke depan. Smartphone tidak akan “mati”, tapi akan bertransformasi menjadi computing hub yang mendukung berbagai wearable devices, termasuk smart glasses.
Yang pasti: Tahun 2026 adalah starting point penting untuk era kacamata AI, tapi bukan endpoint. Kita sedang menyaksikan awal dari transformasi teknologi yang akan berlangsung selama dekade.
Sumber Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan data dari sumber-sumber terverifikasi berikut:
- Kompas.com – “Ramalan Mark Zuckerberg, Kacamata AI Akan Jadi Smartphone Baru” (29 Januari 2026)
- Reuters – “Meta Delays Global Rollout of Ray-Ban Display Glasses” (6 Januari 2026)
- IDC EMEA – Data penjualan 15.000 unit Ray-Ban Display Q1 2026
- Bloomberg – Mark Gurman reports tentang Apple AI Glasses development
- CX Network – EssilorLuxottica financial results Oktober 2025
- Glass Almanac – Multiple reports tentang Ray-Ban production targets
- Statista – Indonesia smartphone market data 2023-2029
- Business of Apps – Indonesia app market statistics (Januari 2026)
- DemandSage – Android usage statistics 2026
- Technavio – Wearable Technology Market Growth Analysis 2026-2030
- MacRumors – Google AI Smart Glasses announcement (Desember 2025)
- Computerworld – “Apple and Google eye the future of AI glasses” analysis
- Daring Fireball – John Gruber analysis Meta Ray-Ban sales data
- MonsterAR.net – “11 Kacamata Pintar Terbaik di Tahun 2025”
- CNN Business – Meta Connect September 2025 coverage
Artikel ini ditulis berdasarkan riset mendalam dengan data terverifikasi dari 15+ sumber industri kredibel. Semua statistik dan klaim factual telah di-cross-check dengan minimal 2 sumber independen untuk memastikan akurasi informasi.